Gatau kenapa, tiba-tiba siang ini
kata itu muncul aja di pikiran gw. Ohh iyaa, mungkin karna tadi pas gw buka
twitter gw liat berita tentang ‘mantan pemain favorit’ gw RvP, dan dia ngomong
tentang kepindahannya dari tim kesayangan gw Arsenal ke tim you-know-what lah.
“Agak rumit, tapi saya selalu menginginkan kepindahan ini sejak awal...
tapi saya rasa ini membuktikan kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu,
tidak ada yang mustahil. Saya bahagia akhirnya terwujud.”
“... kemudian saya mendengar ada getaran, saya melihat ponsel, dan ada
pesan bertuliskan, ‘Kesepakatan tercapai dan nikmati pertandingan’. Saya luar
biasa lega. ...”
“Ketika berusia 12 tahun dan pergi ke sekolah menengah biasanya kita
bangun pagi-pagi dan gugup untuk bertemu kawan-kawan baru di sekolah. Rasanya
mirip sekali, meski saya sudah kenal bebrapa diantaranya.”
“Rasanya seperti itu. Saya datang, menyalami semua orang, kami bercanda
dan tersenyum, jadi rasanya sudah positif sejak hari pertama.”
Source : Goal.com
Funny. Really. Gimana pas banget,
sebelum kepindahan RvP, we broke up. And guess what, he moved to your favorite
team. Coincidence huh? Sometimes it’s kinda cruel, how fate tricked us like
that. Gimana gw dulu banggain banget RvP, twit gw alay isinya tentang selebrasi
dia pas nyetak gol. Bahkan cover fb gw pasang fotonya dia. But, what did he do?
He let down every gooners in this planet. Yes, he did. 8 years feels like
nothing. How he spent 6 years on treatment, and Wenger never gave up on him.
The last 2 years were his great season, he turned into world class player, and
what did he do? He said that the team should buy world class player? Hey, you
were nothing when the manager’s signed you up!
Tapi gw disini bukan buat
ngebahas dia sebenernya, i want to talk about you. Agak sama sebenrnya
menurutku, kamu ma dia. Hhe
After what we’ve been trough
together, what we’ve been fought, you just left. You broke your promises, your
own-made promises. And when i came to ask about that, you just said sorry
because you broke it. Don’t you understand if that’s not the only thing that
you broke? What about my hope? My life? Future? Or my heart?
Why you gave up? Why don’t we
fight back? Like we always do.
Why you moved?
I thought I was like a home to
you. Am I too not worthy to be your place anymore?
Apa kamu juga kya RvP pas udah
pindah, kamu ngerasa lega? Jadi kamu juga udah bahagia sekarang yah? Hhe. Good
to hear that donk berarti.
Agak alay yah gw ._. Tapi yah
kurang lebih emang gitu kenyataannya. Pait. Tapi emang kudu dijalanin. Banyak
hikmahnya soalnya. Well,at least mungkin sekarang gw bisa lebih berguna buat
temen gw.
06/06/2013 13:52
Jadi, sekarang tinggal gw yang
kudu pindah yah. But I can’t. Can’t or won’t? Both. Maybe yet. But I should.
Yes, I have to move on.
So yes, I look forward
to the date when we broke up. Because one year is long enough to wait. I
mean come on, you have boyfriend now. I should’ve move from a very long time
ago. Well, we’ll see about less than a week again.
I should get over you. I don’t
know, maybe I’ll find a girlfriend too. Yang jelas gw bakal cari kesenengan,
dan gw sekarang kudu nyiapin hati, dan segala yang berhubungan dengan itu, buat
pindah. Buat dijadiin rumah, buat dijadiin tempat baru. It’s not easy, but
worth to try. So, lets try then J
08/06/2013 23:25